BELAJAR OH BELAJAR

1. Belajar

Hamalik (2001) menyatakan bahwa:

  1. Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman (learning is defines ad the modification or strengthening of behavior through experiencing).
  2. Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan.

Sedangkan menurut Sudjana (1997: 5) “Belajar adalah proses yang ditandai dengan  adanya perubahan pada diri seseorang”. Sedangkan menurut Sardiman (1996: 21) menyatakan bahwa “Belajar merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan, dengan serangkaian kegiatan, misalnya: membaca, mengamati, mendengar, meniru dan lain sebagainya.

Dari berbagai pendapat di atas tentang pengertian belajar dapat dibuat kesimpulan bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku seseorang yang terjadi akibat adanya usaha yang dilakukan oleh orang itu sendiri.

 

  1. 1.      Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar

Belajar yang efektif sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor  kondisional yang ada..

Faktor-faktor itu adalah sebagai berikut (Hamalik, 2001):

  1. Faktor kegiatan, penggunaan dan ulangan.

Siswa yang belajar melakukan banyak kegiatan baik kegiatan neural system, seperti melihat, mendengar, merasakan, berpikir, kegiatan motoris, dan sebagainya maupun kegiatan-kegiatan lainnya yang diperlukan untuk memperoleh pengetahuan, sikap, kebiasaan, dan minat.

  1. Belajar memerlukan latihan, dengan jalan: relearning, recalling, dan reviewing agar pelajaran yang terlupakan dapat dikuasai kembali dan pelajaran yang belum dikuasai, dikuasai kembali dan pelajaran yang belum dikuasai akan dapat lebih dipahami.
  2. Belajar siswa lebih berhasil, belajar akan lebih berhasil jika siswa merasa berhasil dan mendapat kepuasannya.
  3. Siswa yang belajar perlu mengetahui apakah ia berhasil atau gagal dalam belajarnya.
  4. Faktor asosiasi besar manfaatnya dalam belajar, karena semua pengalaman belajar antara yang lama dengan yang baru, secara berurutan diasosiasikan, sehingga menjadi satu kesatuan pengalaman.
  5. Pengalaman masa lampau (bahan apersepsi) dan pengertian-pengertian yang telah dimiliki oleh siswa, besar peranannya dalam proses belajar.
  6. Faktor kesiapan belajar.

Murid yang telah siap belajar akan dapat melakukan kegiatan belajar lebih mudah dan lebih berhasil.

  1. Faktor minat dan usaha

Belajar dengan minat akan mendorong siswa belajar lebih baik daripada belajar tanpa minat. Minat ini timbul apabila murid tertarik akan sesuatu karena sesuai dengan kebutuhannya atau merasa bahwa sesuatu yang akan dipelajari dirasakan bermakna bagi dirinya.

  1. Faktor fisiologis

Kondisi badan siswa yang belajar sangat berpengaruh dalam proses belajar. Faktor fisiologis sangat menentukan berhasil atau tidaknya murid yang belajar.

  1. Faktor intelegensi

Murid yang cerdas akan lebih berhasil dalam kegiatan belajar, karena ia lebih mudah menangkap dan memahami pelajaran dan lebih mudah mengingat-ingatnya. Hal ini berbeda dengan siswa yang kurang cerdas, para siswa yang lamban.

 1.2.      Pengertian Prestasi Belajar

“Prestasi merupakan hasil yang telah dapat dicapai atau hasil yang telah diperoleh bagi individu dalam mengadakan kegiatan pada suatu waktu” (Poerwadarminta, 1984). Sedangkan Oemar Hamalik berpendapat bahwa “Prestasi adalah hasil yang dicapai setelah seseorang melakukan kegiatan” (Oemar Hamalik, 1982).

Jadi prestasi belajar adalah suatu hasil yang telah dicapai atau diperoleh individu dalam pembelajaran.

  1. 3.      Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

Kegiatan belajar dan keberhasilan seseorang dalam mencapai prestasi belajar tidak terlepas dari berbagai faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dan prestasi belajar dapat digolongkan menjadi dua yaitu:

  1. Faktor internal

Faktor internal yang berasal dari diri individu yang sedang belajar. Faktor internal meliputi:

1)      Faktor jasmaniah (menyangkut kesehatan dan cacat tubuh)

2)      Faktor psikologi (intelegensi, perhatian, minat, bakat, motivasi dan kematangan)

3)      Faktor kelelahan

  1. Faktor eksternal

Faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari luar individu yang sedang belajar. Faktor eksternal, meliputi:

1)      Faktor keluarga (cara mendidik, hubungan antar keluarga, suasana rumah tangga, perhatian orang tua, dan kondisi sosial)

2)      Faktor sekolah (metode, guru, hubungan guru dengan siswa, disiplin sekolah, bahan pelajaran, waktu, sarana dan prasarana sekolah)

3)      Faktor masyarakat dan lingkungan (kegiatan siswa di masyarakat, mass media, teman bergaul, dan corak hubungan kehidupan masyarakat)

Setelah mengetahui berbagai faktor yang mempengaruhi proses belajar dan prestasi belajar, maka yang terpenting untuk dilakukan adalah mengatur dan mengusahakan agar faktor-faktor tersebut mempunyai pengaruh yang  membantu tercapainya prestasi belajar yang optimal pada diri siswa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s