PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD

STAD (Student Teams Achievement Division) atau pembagian kelompok siswa  berdasarkan prestasi adalah suatu pembelajaran kooperatif yang paling sederhana.

 “STAD dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-temannya di universitas John Hopkin dan merupakan pendekatan pembelajaran kooperatif yang paling sederhana. Guru menggunakan STAD juga mengacu kepada belajar kelompok siswa, menyajikan informasi akademik baru kepada siswa setiap minggu menggunakan presentasi verbal atau teks siswa dalam suatu kelas tertentu dipecah menjadi kelompok dengan anggota 4 – 5 orang, setiap kelompok haruslah heterogen”. (Muslimin dkk, 2002 : 20)

Kerjasama dalam kelompok dilaksanakan setelah materi dan soal diberikan untuk didiskusikan dan diselesaikan secara bersama-sama. Kemudian hasil kerjasama ini dipresentasikan dan dinilai sebagai bentuk penghargaan.

Tahap terakhir untuk mengetahui prestasi belajar siswa adalah dengan memberi penilaian secara individual dengan tes.

Adapun langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih rinci sebagai berikut :

Tahap 1  :  Pengajar menjelaskan proses belajar mengajar yang akan diterapkan secara singkat dan menyampaikan tujuan umum dan khusus pembelajaran serta memotivasi para siswa.

Tahap 2 :   Mengorganisasikan siswa kedalam kelompok-kelompok belajar berdasarkan perbedaan prestasi belajar matematika.

Tahap 3 :   Memberi materi atau bahan bacaan serta soal untuk diselesaikan bersama-sama .

Tahap 4 :   Mengadakan  pembimbingan  kepada  kelompok  yang   sedang bekerjasama (guru sebagai fasilitator).

Tahap 5  : Presentasi hasil kerja kelompok dan pengambilan kesimpulan secara bersama-sama.

Tahap 6 :   Memberi penghargaan kepada para siswa secara kelompok dengan menilai hasil kerja kelompok.

Tahap 7  : Memberikan tes secara individual untuk melihat hasil  belajar setelah melaksanakan pembelajaran.

Tahap 8  : Memberi penghargaan kepada siswa dengan menilai hasil tes individual dan untuk melihat prestesi belajar matematika.

(a).  Tipe Jigsaw.

      Jigsaw atau gigi gergaji dalam pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran di dalam kelompok yang membagi suatu materi pelajaran kedalam beberapa bagian dan setiap anggota kelompok mendapatkan satu bagian untuk dipelajari bersama-sama di dalam kelompok ahli bersama dengan anggota kelompok lain  yang mendapatkan bagian yang sama. Setelah dipahami  maka kembali ke dalam kelompok asal untuk dipelajari bersama.

 “Teknik mengajar Jigsaw dikembangkan oleh Aronson et. al sebagai metode cooperative learning. Teknik ini dapat digunakan dalam pengajaran membaca, menulis, mendengarkan, ataupun berbicara. Teknik ini menggabungkan kegiatan membaca, menulis, mendengarkan dan berbicara. Pendekatan ini bisa juga digunakan dalam beberapa mata pelajaran seperti; ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, matematika, agama dan bahasa. Teknik ini cocok untuk semua kelas/tingkatan.  (Anita Lie, 2002 : 68)

Lebih lanjut Muslimin dkk (2002 : 21) menjelaskan bahwa dalam penerapan jigsaw siswa dibagi berkelompok, dengan anggota kelompok heterogen. Materi pembelajaran diberikan kepada siswa dalam bentuk teks. Setiap anggota bertanggung jawab untuk mempelajari bagian tertentu bahan yang diberikan itu.

Adapun tahap-tahap pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih rinci sebagai berikut :

Tahap 1  :  Pengajar menjelaskan proses belajar mengajar yang akan diterapkan secara singkat dan menyampaikan tujuan umum dan khusus pembelajaran serta memotivasi para siswa.

Tahap 2 :  Mengorganisasikan siswa kedalam kelompok-kelompok belajar berdasarkan perbedaan prestasi belajar matematika. 

Tahap 3  :  Pengajaran membagi bahan pelajaran yang akan diberikan   menjadi beberapa bagian (disesuaikan dengan materi pelajaran)

Tahap 4  :  Sebelum bahan pelajaran diberikan, pengajar memberikan pengenalan mengenai topik yang akan dibahas. 

Tahap 5 :  Membagi materi pelajaran pada kelompok-kelompok yang ada.

Tahap 6  :  Siswa yang mendapat bagian yang sama bergabung dalam kelompok ahli untuk mempelajari bersama.

Tahap 7  :  Dari kelompok ahli setelah paham, siswa kembali kedalam kelompok asal untuk menginformasikan kepada anggota kelompok asal.        

Tahap 8 : Guru melaksanakan evaluasi dan memberi penilaian baik secara kelompok maupun individu untuk melihat prestasi belajar siswa dan  sebagai bentuk penghargaan atas hasil yang dicapai.

Dari teori-teori di atas maka dapat dibuat tabel perbedaan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD dan tipe Jigsaw sebagai berikut:

Tabel 2.1

Perbedaan Metode Pembelajaran Kooperatif  Tipe STAD dan  Tipe Jigsaw

 

No

Elemen

Metode pembelajaran kooperatif

STAD

Jigsaw

1.

Struktur tim

Tiap siswa memiliki satu kelompok,  yang anggotanya heterogen

Kelompok belajar heterogen dengan menggunakan pola kelompok “asal” dan kelompok “ahli”

2.

Tugas utama anggota kelompok

Belajar dalam satu kelompok bersama anggota lain dalam satu kelompok

Siswa anggota kelompok yang mendapat bagian yang sama dengan siswa anggota kelompok lain belajar bersama dalam kelompok ahli kemudian kembali ke dalam kelompok asal untuk mengajarkannya kepada anggota kelompok asalnya.

3.

Materi

Dipelajari secara bersama-sama dalam satu kelompok

Dibagi menjadi beberapa bagian. Tiap siswa dalam suatu kelompok mendapat satu bagian untuk dipelajari di dalam kelompok ahli.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s